Bina Talenta Berdampak 2026, UNIPRA Dorong Sinergi Riset dan Inovasi untuk Masyarakat

SURABAYA – Perguruan tinggi memiliki peran lebih dari sekadar menghasilkan ilmu pengetahuan. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana riset, inovasi, dan pengabdian mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta menghadirkan perubahan yang nyata. Semangat inilah yang diangkat Universitas W.R. Supratman Surabaya (UNIPRA) melalui kegiatan Workshop Bina Talenta Berdampak 2026, Rabu, 14 Oktober 2026.

Mengusung tema “Bina Talenta Berdampak: Sinergi Dosen, Tendik, dan Mahasiswa untuk Inovasi Pendidikan dan Pengabdian di Jawa Timur”, kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi bersama Komisi X DPR RI dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Workshop ini menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, memperkuat sinergi, serta mendorong pengembangan talenta di lingkungan perguruan tinggi agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Rektor UNIPRA, Dr. Bachrul Amiq, S.H., M.H., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Workshop menghadirkan Anggota Komisi X DPR RI, Lita Machfud Arifin, S.H., sebagai keynote speaker, serta Nabilla Desyalika Putri, S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Dr. Mufarrihul Hazin, S.Pd.I., M.Pd., Kepala Pusat Pengembangan Desa dan Daerah, LPPM UNESA, sebagai narasumber.

Dalam pengantarnya, kegiatan ini mengajak peserta merefleksikan sejauh mana penelitian yang dihasilkan perguruan tinggi telah menjawab persoalan masyarakat. Keberhasilan pendidikan tinggi tidak cukup diukur melalui jumlah penelitian, publikasi, atau program pengabdian yang terlaksana, tetapi juga melalui manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Perspektif kebijakan dan arah pengembangan pendidikan tinggi menjadi pembahasan awal melalui keynote speech Lita Machfud Arifin. Sesi ini mengangkat pentingnya dukungan kebijakan, institusi yang responsif, serta kolaborasi berbagai unsur ekosistem pendidikan tinggi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Pembahasan kemudian berlanjut pada materi tentang talenta muda berbasis riset dan berdampak yang disampaikan Nabilla Desyalika Putri. Perspektif ini menegaskan pentingnya menerjemahkan kebijakan dan gagasan pengembangan pendidikan tinggi ke dalam praktik yang relevan dengan kebutuhan institusi dan masyarakat.

Sementara itu, melalui materi “Sinergi Talenta dalam Inovasi Pendidikan Tinggi yang Berdampak”, Dr. Mufarrihul Hazin mengangkat pentingnya kolaborasi dalam mengembangkan inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa memiliki peran yang saling melengkapi: dosen mengembangkan keahlian dan hasil riset, tenaga kependidikan memperkuat sistem serta layanan akademik, sedangkan mahasiswa membawa kreativitas, energi, dan perspektif baru.

Ketika potensi tersebut dipertemukan dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, perguruan tinggi memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan program yang berkelanjutan. Inovasi pun tidak selalu harus dimulai dari gagasan besar, tetapi dapat berangkat dari persoalan sederhana di lingkungan sekitar yang diselesaikan melalui ilmu pengetahuan, kreativitas, dan keberanian untuk bertindak.

Rangkaian workshop dilanjutkan dengan diskusi panel yang menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai implementasi kebijakan pendidikan tinggi, pembagian peran antarelemen kampus, pemanfaatan hasil riset, pengembangan inovasi berbasis potensi lokal, hingga pengukuran dampak program pengabdian. Diskusi ini juga mendorong peserta untuk memikirkan langkah konkret yang dapat dimulai dari institusi masing-masing, termasuk membangun kemitraan baru dan melibatkan mahasiswa dalam pemecahan persoalan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, UNIPRA menegaskan pentingnya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya produktif dalam menghasilkan gagasan, tetapi juga mampu mengubahnya menjadi tindakan. Kolaborasi antara dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa diharapkan dapat memperkuat hubungan antara penelitian, inovasi pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sejalan dengan tagline “Dari Riset ke Aksi, dari Kampus ke Masyarakat”, Bina Talenta Berdampak 2026 menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan akan semakin bermakna ketika diwujudkan dalam solusi yang relevan dan berkelanjutan.

Sebab, dari riset lahir solusi, melalui kolaborasi manfaat diperluas, dan lewat aksi nyata perubahan dapat dihadirkan. Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh di lingkungan UNIPRA untuk berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

UNIPRA! Pasti Bisa!!!

Lainnya